Senin, 06 Februari 2012

KUPAS TUNTAS ISTILAH SOMBONG MENYANGKUT KEBIASAAN WAHABI

|0 komentar

KUPAS TUNTAS ISTILAH SOMBONG MENYANGKUT KEBIASAAN WAHABI
By 'aLa Kulli Haal

Sebenarnya apa itu "SOMBONG"...??? Siapakah orang yang pantas disebut sombong itu? Mari kita simak pembahasan yang saya buat ini.

وبسندي المتصل إلى الإمام مسلم بن الحجاج النيسابوري قال حدثنا محمد بن المثنى ومحمد بن بشار وإبراهيم بن دينار جميعا عن يحيى بن حماد قال ابن المثنى حدثني يحيى بن حماد أخبرنا شعبة عن أبان بن تغلب عن فضيل الفقيمي عن إبراهيم النخعي عن علقمة عن عبد الله بن مسعود
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال
لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر
قال رجل : إن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسنا ونعله حسنة
قال : إن الله جميل يحب الجمال الكبر بطر الحق وغمط الناس

Dengan sanadku yang menyambung keimam muslim, beliau mengambil dari tiga orang rawi :

1. Muhammad bin mutsanna.
2. Muhammad bin basyar dan
3. Ibrahim bin dinar adalah ulama-ulama hafizh pada zamannya, beliau guru dari para imam muhadditsin, dan seluruh ulama rijalul hadist mengatakan tidak ada cacat sedikitpun pada beliau-beliau ini.

Ke tiga nya ngambil dari Yahya bin hammad asy syaibani,
Beliau juga tidak ada celaan, dan sangat tsiqoh, juga seorang aulia Allah,
Beliau mengambil dari seorang Amirul mukminin fil hadist yaitu imam Syu'bah bin hajjaj, Beliau mengambil dari Aban bin taglib, beliau adalah seorang yang sholeh, tsiqoh dan sama sekali tak ada celaan pada beliau, beliau mengambil dari Fudhail bin amrin al fuqaimi, nah dari sini lah dapat kita ketahui bahwa hadist riwayat imam Muslim cukup dengn MU'ASHARAH, karena fudhail bin amrin ini dari orang yang sezaman dengan para junior tabi'in, beliau juga termasuk tsiqoh, beliau dari Ibrahim bin yazid an nakha'i, beliau adalah guru utama imam Abu hanifah , seorang faqih pada zamannya, tidak ada celaan sedikitpun, beliau dari paman dari pihak ibu beliau yaitu Alqamah bin qais, beliau mendapat pujian dari seluruh ulama muhaddist, sama skali tak ada celaan, sangat hafizh, beliau dari Ibnu mas'ud seorang sahabat dari kumpulan "ABADILAH", yang tidak diragukan lagi ilmu beliau, jadi hadist ini sangat shohih, tapi dibawah derajat imam bukhari, cuma imam bukhari tidak ada meriwayatkan hadist ini dalam shahih beliau, cuma dalam adabul mufrad beliau ada meriwayatkannya dengan sanad yang shohih juga, tapi matan nya ada beda beda sedikit lah, hehe...

Dari Rasulullah SAW beliau bersabda :
"Tidak akan masuk surga orang yang dihatinya ada setimbang biji kecil dari kesombongan, lalu ada seorang laki bertanya : Bahwasanya ada seorang laki-laki dia suka sekali memakai pakaian bagus, dan sandal yang bagus, ( takdir istifham nya, apakah itu termasuk sombong? )
Rasulullah SAW menjawab : Sesungguhnya Allah itu sangat elok ( dan sifat Allah ) Ia menyukai yang elok,
( nah disinilah maksud sombong alias takabbur itu apa? Rasulullah SAW menta'rifkan takabbur itu dengan )
Bermula takabbur itu MENG INGKARI KEBENARAN DAN MERENDAHKAN MANUSIA  ( SAUDARANYA SE ISLAM )
Nah kalau dengan orang kafir kita harus sombong, hehe..
أشداء على الكفار رحماء بينهم

Dan hadist ini di takhsis dengan hadist "لا يدخل النار من كان في قلبه مثقال حبة من الإيمان"
Artinya jika orang takabbur, tapi dia masih beriman, masih ada harapan masuk surga, cuma mampir dulu dineraka ( Saya ngak mau ah mampir dineraka walau sebentar ) ^_^

Tujuan saya mendatangkan hadist ini adalah :
Dari dulu sampai sekarang, kaum WAHABI lah yang suka merendahkan golongan yang selain mereka, dan jika sebuah kebenaran dikatakan kepada mereka para wahabi salafi, maka mereka mengingkarinya, karena mereka merasa tinggi dan merasa paling benar. ^_^

RINGKASAN HASIL MUTAALAH SAYA DIBERBAGAI KITAB MENGENAI PEMBAHASAN BID'AH

|0 komentar

RINGKASAN HASIL MUTAALAH SAYA DIBERBAGAI KITAB MENGENAI PEMBAHASAN BID'AH
'aLa Kulli Haal

Karena telah lama masalah bid'ah masih belum selesai-selesai, karena itu saya mau meringkas hasil mutalaah saya dari berbagai kitab.

Jadi mukhtashornya adalah :

1. Para imam yang bermazhab Hanafi mengatakan bid'ah itu tidak ada yang hasanah pada syariat, tapi bid'ah itu cuma dua, yaitu bid'ah makruh dan bid'ah haram.

2. Para imam yang bermazhab maliki mengatakan bid'ah itu dholalah dan haram secara mutlaq walaupun banyak orang yang memandangnya baik.

3. Para imam yang brmazhab SYAFI'I dan ini adalah mazhab saya juga, mengatakan bid'ah itu ada dua, hasanah dan sayyi-ah pada syariat, terbagi 5 hukum, yaitu wajib, sunat, makruh, mubah dan haram.

4. Para imam yang bermazhab hanbali mengatakan bid'ah pada syariat adalah sesat semua, dan pada duniawiyah atau lugawi namanya bukan bid'ah tapi mashlahat mursalah.

Sekarang tinggal keputusan kita aja, kita ikut mazhab imam mana?

Kalau aku bermazhab syafi'i.

Kalau salafi wahabi kayaknya mazhabnya cmpur-campur deh, alias talfiq, jadi agama kepercayaan wahabi adalah agama plin plan.
Plin plan alias cmpur-campur, ini tidak baik, karena mau yang enaknya aja... ^_^

Adapun memegang AlQur'an, Hadist dan qaul-qaul sahabat secara langsung ( atau kata mereka manhaj salaf ) ini tidak bisa dipegang juga sebelum ditarjih oleh para imam yang menyusun kitab-kitab fiqh secara ber bab-bab dan fashal-fashal dan kitab kitab.

Semoga bermanfaat...

LANJUTAN DARI ARTIKEL BOLEHKAH KITA BERMAKMUM DALAM SHOLAT KEPADA IMAM YANG BERAQIDAH WAHABI SALAFI ALIAS MUJASIMAH DAN MUSYABBIHAH?

|1 komentar

LANJUTAN DARI ARTIKEL BOLEHKAH KITA BERMAKMUM DALAM SHOLAT KEPADA IMAM YANG BERAQIDAH WAHABI SALAFI ALIAS MUJASIMAH DAN MUSYABBIHAH?
By 'aLa Kulli Haal

Penyempurnaan artikel yang sebelumnya, yang tergabung dalam tulisanku ini ada beberapa ilmu.
1. Ilmu tauhid
2. Ilmu fiqh
3. Ilmu arudl
4. Ilmu nahwu
5. Ilmu tajwid
6. Ilmu qiraat
Dan yang lain nya.
Silahkan di baca saja.
لا تسألوا عن أشياء إن تبد لكم تسؤكم

Bolehkah kita bermakmum dalam sholat kepada imam yang ber aqidah wahabi salafi alias mujassimah dan musyabbihah?

Selama wahabi salafi itu dalam aqidah mereka tafwidl ma'at tanzih, maka boleh di ikuti,
Tapi jika tafwidl ma'at tajsim dan tasybih, maka tidak boleh, karena ini jelas kekafiran nya, karena menjisimkan Allah walaupun dengan dalih tafwidl, misalnya dia mengaku tafwidl tapi dibarengi dengan mengatakan Allah punya tangan, punya muka, punya tempat, ini jelas tafwidl ma'at tajsim dan tasybih,
dalam tafsir Ibnu katsir meriwayatkan dari guru imam bukhari :

من شبه الله بخلقه كفر
Siapapun yg menyamakan Allah dgn makhluq nya,maka ia kafir,

Dan boleh kita mengikut dibelakang imam yang bid'ah selama bid'ah nya tidak sampai menjadikan nya kafir,
Tapi jika bid'ahnya menyebabkan kafir seperti mujassimah dan musyabbihah alias wahabi salafi sekarang maka tidak boleh.

Dalam fathul mu'in, matan dari nihayatuz zain dan i'anah tholibin, dikatakan disana bahwa lebih baik sholat sendrian daripada berjamaah dengan imam yang ahli bid'ah dan fasiq, intaha fathul mu'in.

Adapun dalam i'aanah hasyiah fathul mu'in di sebutkan keterangan lebih jelas lagi, siapa yang ahli bid'ah itu?

ﻗﻮﻟﻪ: ﺇﻻ ﻟﻨﺤﻮ ﺑﺪﻋﺔ ﺇﻣﺎﻣﻪ( ﺍﺳﺘﺜﻨﺎﺀ ﻣﻦ
ﻣﺤﺬﻭﻑ
، ﺃﻱ ﺃﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻣﻊ ﺍﻟﺠﻤﻊ
ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ ﺃﻓﻀﻞ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺣﺎﻝ ﺇﻻ ﺣﺎﻟﺔ ﻛﻮﻥ
ﺇﻣﺎﻡ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ ﺫﺍ ﺑﺪﻋﺔ
، ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ
ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻢ ﻳﻜﻔﺮ ﻣﺮﺗﻜﺒﻬﺎ - ﻛﺎﻟﻤﺠﺴﻤﺔ -
ﺃﻱ ﺍﻟﻘﺎﺋﻠﻴﻦ ﺑﺄﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺟﺴﻢ، ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻤعتمد
، ﻓﺈﻥ ﻛﻔﺮ ﺑﻬﺎ - ﻛﻤﻨﻜﺮ ﺍﻟﺒﻌﺚ
ﻭﺍﻟﺤﺸﺮ ﻟﻼﺟﺴﺎﻡ، ﻭﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
ﺑﺎﻟﺠﺰﺋﻴﺎﺕ - ﻓﻼ ﺗﺼﺢ ﺍﻟﻘﺪﻭﺓ ﺧﻠﻔﻪ.
)ﻗﻮﻟﻪ: ﺃﻱ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ( ﺗﻔﺴﻴﺮ ﻟﻠﻀﻤﻴﺮ.
)ﻗﻮﻟﻪ: ﻛﺮﺍﻓﻀﻲ( ﺗﻤﺜﻴﻞ ﻟﺬﻱ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ،
ﻭﻣﺜﻠﻪ ﺍﻟﺸﻴﻌﻲ، ﻭﺍﻟﺰﻳﺪﻱ. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻜﺮﺩﻱ:
ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ ﻭﺍﻟﺸﻴﻌﺔ ﻭﺍﻟﺰﻳﺪﻳﺔ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻮﻥ.
ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺍﻗﻒ: ﺍﻟﺸﻴﻌﺔ: ﺍﺛﻨﺎﻥ
ﻭﻋﺸﺮﻭﻥ ﻓﺮﻗﺔ ﻳﻜﻔﺮ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﻌﻀﺎ،
ﺃﺻﻮﻟﻬﻢ ﺛﻼﺙ ﻓﺮﻕ: ﻏﻼﺓ، ﻭﺯﻳﺪﻳﺔ،
ﻭﺇﻣﺎﻣﻴﺔ. ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻐﻼﺓ ﻓﺜﻤﺎﻧﻴﺔ ﻋﺸﺮ. ﺛﻢ
ﻗﺎﻝ: ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺰﻳﺪﻳﺔ ﻓﺜﻼﺙ ﻓﺮﻕ: ﺍﻟﺠﺎﺭﻭﺩﻳﺔ
ﺇﻟﺦ. ﻭﺍﻟﺰﻳﺪﻳﺔ ﻣﻨﺴﻮﺑﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﻋﻠﻲ
ﺯﻳﻦ ﺍﻟﻌﺎﺑﺪﻳﻦ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺴﻴﻦ. ﺍﻫ .
ia'anatut tholibin

Maksud ahli bid'ah dan fasiq disini adalah syi'ah, zaidiyah, rofidhoh, imamiyah, dan kaum wahabi salafi yang memujassimahkan Allah dengan dalih tafwidl, tapi tafwidl nya ma'at tajsim dan tasybih, bukan tanzih.
Adapun asy'ariyin tafwidl nya ma'at tanzih
وكل نص أوهم التشبيها أوله أو فوض ورم تنزيها
Bahar rajaz

Wakul-lunas mutaf-'ilun ( pada shadr nya dimasuki khaban )
Shin-aw-hamat mus-taf-'ilun ( pada hasyw nya shohih )
Tasy-bii-ha mus-taf-il ( pada arudh nya dimasuki qotha )

Aw-wil-huaw mus-taf-ilun ( ini juga shohih )
Faw-widl-warum mus-taf-ilun (shohih juga )
Tan-zii-ha mus-taf-il
( dhorabnya dimasuki qotha )

Adapun masalah perbedaan basmalah dalam sholat, sudah saya kumpulan rawi qiraat yang tidak memasukkan basmalah sebagai ayat disurah fatihah dalam mushaf mereka, tapi pada "أنعمت عليهم"
adalah 1 ayat sebgai ganti basmalah.

1. Rawi QALUN
2. Rawi WARSY
3. Rawi AD DURY dari riwayat imam abu amrin
4. Rawi AS SUSY
5. Rawi HISYAM
6. Rawi IBNU ZAKWAN

6 rawi dari 3 imam ini tidak memasukkan basmalah dalam ayat alfatihah.

Adapun imam imam mazhab ada beberapa macam perbedaan.

1. Imam Abu hanifah membaca basmalah tidak wajib, tapi basmalah adalah sunnat ab'adh disisi beliau, dan membacanyapun dengan sirr, jd apabila dalam fatihah tidak berbasmalah, maka sunnat sujud sahwi.

jika Syafi'iyah ikut dibelakang hanafiah, maka sholatnya shah.

2. Imam malik memakruhkan basmalah, dan tidak membaca basmalah sama ada jahar atau sir, sendirian atau beimaman.

Jika Syafi'iyah ikut diblkang malikiyah, maka sholatnya tidak shah, dan harus diulang sendirian.

3. Adapun mazhab kita syafi'i menjaharkan basmalah, seperti yang kita pelajari di indonesia ini, dan termasuk ayat fatihah yang wajib, seperti yang tertera pada mushaf-mushaf rawi qiraat slain yang 6 rawi diatas.
Saya sebutkan saja rawi-rawi yang memasukkan basmalah sebagai ayat dalam mushaf mereka dan tidak menghitung أنعمت عليهم sebagai ayat.

1. Rawi BAZZI
2. Rawi QUNBUL
3. Rawi Kita HAFSH mushaf yg kt pakai di indonesia
4. Rawi SYU'BAH
5. Rawi KHALAF
6. Rawi KHALLAD
7. Rawi ADDURY dr riwayat KISAA-I
8. Rawi ABUL HARITS

Sebaiknya pada lafaz an'amta alaihim jangan berwakaf disitu untuk mazhab syafi'i.

4. Imam Ahmad bin hanbal mensunatkan membaca basmalah, dan beliau tidak memasukkan basmalah dalam ayat alfatihah, cuma disni beliau memasukkan dalam sunat hai-at, jadi jika meninggalkan basmalah tidak sujud sahwi.

Jika syafi'iyah mengikut dbelakang hanabilah, maka sholatnya shah.

Adapun imam-imam yang di mesjidil haram itu shoh di ikuti karena mereka bermazhab hanbali, dan bukan mujassimah atau musyabbihah, karena mereka juga tafwidl ma'at tanzih, kalau gak percaya silahkan tanya langsung aja ke sudais nya, surayim nya, atau maher, oke... hehe....

Adapun jika imam nya memakai bacaan qiraat yang bukan mudawwan dan mutawatir, maka sholat nya tidak shah.
Seperti riwayat qiraat abu hurairah dengan membaca
"ALHAMDI LILLAHI RABBIL ALAMIN"
beliau membaca alhamdi bukan alhamdu,
HUKUM nya tetap ROFA karena mubtada, tapi dengan baris kasroh karena dalam nahwu ada nama nya isytigolul mahal LIL MUJAWARAH, karena bcaannya smuanya kasrah, jadi hukumnya marfu'un dhummah muqaddar alal kasrah lisytigalil mahal atau lita'azzuril mahal lil mujawarah.

BOLEHKAH KITA BERMAKMUM DALAM SHOLAT KEPADA IMAM YANG BERAKIDAH WAHABI SALAFI ALIAS MUJASSIMAH DAN MUSYABBIHAH?

|1 komentar

BOLEHKAH KITA BERMAKMUM DALAM SHOLAT KEPADA IMAM YANG BERAKIDAH WAHABI SALAFI ALIAS MUJASSIMAH DAN MUSYABBIHAH?
By 'aLa Kulli Haal

Selama wahabi salafi itu dalam aqidah mereka tafwidl ma'at tanzih, maka boleh di ikuti, tapi jika tafwidl ma'at tajsim, maka tidak boleh, karena ini jelas kekafiran nya, karena menjisimkan Allah walawpun dengan dalih tafwidl, misalnya dia mengaku tafwidl tapi di barengi dengan mengatakan Allah punya tangan, punya muka, punya tempat, ini jelas tafwidl ma'at tajsim.
Dalam tafsir ibnu katsir mengatakan
من شبه الله بخلقه كفر
Siapapun yang menyamakan Allah dengan makhluq Nya, maka ia kafir.

Dan boleh kita mengikut di belakang imam yang bid'ah selama bid'ah nya tidak sampai menjadikan nya kafir, tp jika bid'ahnya menyebabkan kafir seperti mujassimah, musyabbihah alias wahabi salafi sekarang maka tidak boleh.

Dalam fathul mu'in, matan dari nihayatuz zain dan i'anah tholibin, dikatakan disana bahwa lebih baik sholat sendrian daripada berjamaah dengan ahli bid'ah dan fasiq, intaha fathul mu'in.

Maksud ahli bid'ah dan fasiq disini adalah kaum wahabi salafi yang memujassimahkan Allah dengan dalih tafwidl, tapi tafwidl nya ma'at tajsim, bukan tanzih.
Adapun asy'ariyin tafwidl nya ma'at tanzih
وكل نص أوهم التشبيها أوله أو فوض ورم تنزيها
Bahar rajaz

Wakul-lunas mutaf-'ilun ( pada shadr nya dmasuki khaban )
Shin-aw-hamat mus-taf-'ilun ( pada hasyw nya shohih )
Tasy-bii-ha mus-taf-il ( pada arudh nya dmasuki qotha )

Aw-wil-huaw mus-taf-ilun ( ini juga shohih )
Faw-widl-warum mus-taf-ilun ( shohih juga )
Tan-zii-ha mus-taf-il
( dhorabnya dmasuki qotha )

MEMATAHKAN DALIL WAHABI YANG SERING MEREKA GUNAKAN UNTUK MENOLAK MAULID ISRO MI'ROJ

|1 komentar

MEMATAHKAN DALIL WAHABI YANG SERING MEREKA GUNAKAN UNTUK MENOLAK MAULID ISRO MI'ROJ
By 'aLa Kulli Haal

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
Almaidah ayat 3

Wahabi sering membawa ayat ini untuk dalil menolak MAULID DAN ISRO MI'ROJ.

Dan menurut penelitian saya dalam tafsir-tafsir AlQur'an, juga hadist-hadist, sama sekali tidak ada hubungannya dengan MAULID DAN ISRO MI'ROJ.
Dengan ringkas saya katakan bahwa ayat ini tidak ada hubungannya dengan MAULID DAN ISRO MI'ROJ.

Dan jika wahabi masih bersikeras untuk mengatakan ayat ini melarang MAULID DAN ISRO MI'ROJ.

Maka tolong datangkan pahaman yang sesuai ilmu kepada kami, yaitu :

1. I'rabkan dulu sesuai nahwu
2. Cari dulu wazan-wazan nya lalu i'lal kan sesuai shoraf
3. Liat dulu susunan-susunan nya sesuai dengan ilmu balagah
4. Liat juga bentuk qadhiyahnya sesuai ilmu mantiq
5. Asbabun nuzulnya, apakah am atau khos
6. Qiraatnya
7. Hubungan dengan ayat sebelumnya
8. Hubungan dengan ayat setelahnya
9. Hubungan dengan ayat disurah lain
10. Hubungan dengan hadist nabi

Apabila mereka diam dan tak bisa jawab, maka saya katakan kepada kalian smua agar tetap mengadakan MAULID DAN ISRO MI'ROJ, oke.. ^_^

ألا لله الدين الخالص والذين اتخذوا من دونه أولياء ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى
Azzumar ayat 3

Wahabi sering membawa ayat ini untk dalil menolak TAWASSUL KEPADA PARA NABI DAN ULAMA SHOLIHIN YANG UDAH WAFAT.

Dan menurut penelitian saya dalam tafsir-tafsir AlQur'an, juga hadist-hadist, sama sekali tidak ada hubungannya dengan TAWASSUL.
Dengan ringkas saya katakan bahwa ayat ini tidak ada hubungannya dengan TAWASSUL.

Dan jika wahabi masih bersikeras untuk mengatakan ayat ini melarang TAWASSUL.

Maka tolong datangkan pahaman yang sesuai ilmu kepada kami, yaitu :

1. I'rabkan dulu sesuai nahwu
2. Cari dl wazan-wazan nya lalu i'lal kan sesuai shoraf
3. Lihat dulu susunan-susunan nya sesuai dengan ilmu balagah
4. Lihat juga bentuk qadhiyahnya sesuai ilmu mantiq
5. Asbabun nuzulnya, apakah am atau khos
6. Qiraatnya
7. Hubungan dengan ayat sebelumnya
8. Hubungan dengan ayat setelahnya
9. Hubungan dengan ayat disurah lain
10. Hubungan dengan hadist nabi

Apabila mereka diam dan tak bisa menjawab, maka saya katakan kepada kalian smua agar tetap mengadakan TAWASSUL, oke.. ^_^

ثم استوى على العرش
Al a'rof ayat 54, Yunus ayat 3, Arra'd ayat 2, Alfurqon ayat 59, Assajdah ayat 4, Al hadid ayat 4
الرحمن على العرش استوى
Thoha ayat 5

Wahabi sering membawa ayat2 ini untuk dalil mengatakan ALLAH BERTEMPAT DI ATAS ARSY.

Dan menurut penelitian saya dalam tafsir-tafsir AlQur'an, juga hadist-hadist, sama sekali tidak ada hubungan dengan TEMPAT TINGGAL ALLAH.

Dengan ringkas saya katakan bahwa ayat ini tidak ada hubungannya dengan TEMPAT TINGGAL ALLAH.

Dan jika wahabi masih bersikeras untuk mengatakan ayat ini menyatakan ALLAH BERTEMPAT DI ARSY.

Maka tolong datangkan pahaman yang sesuai dengan ilmu kepada kami, yaitu :

1. I'rabkan dulu sesuai nahwu
2. Cari dulu wazanwazannya lalu i'lal kan sesuai shoraf
3. Lihat dulu susunan-susunannya sesuai dengan ilmu balagah
4. Lihat juga bentuk qadhiyahnya sesuai ilmu mantiq
5. Asbabun nuzulnya, apakah am atau khos
6. Qiraatnya
7. Hubungan dengan ayat sebelumnya
8. Hubungan dengan ayat setelahnya
9. Hubungan dengan ayat dsurah lain
10. Hubungan dengan hadist nabi

Apabila mereka diam dan tak bisa menjawab, maka saya katakan kepada kalian semua agar tetap pada akidah ALLAH ADA TANPA TEMPAT, oke.. ^_^

وأن ليس للإنسان إلا ما سعى
Surah an najm ayat 39

Wahabi sering membawa ayat ini untuk dalil menolak TAHLILAN.

Dan menurut penelitian saya dalam tafsir-tafsir AlQur'an, juga hadist-hadist, sama sekali tidak ada hubungannya dengan TAHLILAN..

Maka dengan tegas saya katakan lagi bahwa ayat ini tidak ada hubungannya dengan TAHLILAN YANG SAYA KERJAKAN.

Dan jika wahabi masih bersikeras untuk mengatakan ayat ini melarang TAHLILAN

Maka tolong datangkan pahaman yang sesuai dengan ilmu kepada kami, yaitu :

1. I'rabkan dulu sesuai nahwu
2. Cari dulu wazan-wazan nya lalu i'lal kan sesuai shoraf
3. Lihat dulu susunan-susunannya sesuai dengan ilmu balagah
4. Lihat juga bentuk qadhiyahnya sesuai ilmu mantiq
5. Asbabun nuzulnya, apakah am atau khos
6. Qiraatnya
7. Hubungan dengan ayat sebelumnya
8. Hubungan dengan ayat setelahnya
9. Hubungan dengan ayat disurah lain
10. Hubungan dengan hadist nabi

Apabila mereka diam dan tak bisa menjawab, maka saya katakan kepada kalian smua agar tetap mengadakan TAHLILAN, oke.. ^_^

Tolong kepada salafi wahabi yang katanya ahli tafsir AlQur'an, dan katanya paling benar dan paling hebat, dan sudah mencapai mujtahid mutlaq, yang sering membawa ayat-ayat yang saya tulis ini, tolong tunjukkan kebenaran anda-anda wahai para wahabi...!!!

Sedangkan apabila anda memakai tafsir ulama-ulama, maka bisakah juga anda menghubungkan penafsiran ulama itu dengan 10 pembahasan diatas?

Tolong dirincikan semuanya, jangan asal ambil terjemahan AlQur'an lalu memaham sendiri tanpa ilmu, silahkan jawab saja jangan muter-muter kaya metro mini, busway, bajai, becak, ojek dan seumpamanya.

Apabila sudah bisa menjawab semua pertanyaan yang diatas tadi, silahkan saja gunakan dalil-dalil diatas sesuai tujuannya, dan kami akan terima jika sesuai dgn 10 pembahasan diatas tadi, tapi jika cuma terjemahan aja, itu tidak lebih seperti anak madrasah yang baru belajar, baru punya ilmu sedikit sudah mau dipamerkan didepan kami aswaja, hehehe... ^_^

PERTANYAAN KEPADA WAHABI YANG TAK AKAN PERNAH MEREKA JAWAB

|26 komentar

PERTANYAAN KEPADA WAHABI YANG TAK AKAN PERNAH MEREKA JAWAB
By 'aLa Kulli Haal

Karena wahabi masih bersikeras untuk mempertahankan pendapat mereka bahwa tidak ada bid'ah hasanah.

Kalau memang wahabi lebih faham dalam ilmu hadist, tolong terangkan kepada kami tentang hadist dibawah ini sesuai nahwu shoraf mantiq dan balagoh.

كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة

1. Dimana maudhu' nya? Ada berapa?

2. Dimana mahmul nya? Ada brp?

3. Dimana muqaddam? Ada brp?

4. Dimana taali nya? Ada berapa?

5. Dimana muqaddimah shugronya? Ada brp?

6. Dimana muqaddimah kubronya ? Ada brp?

7. Tolong diqiyas kan dan dimana letak pembuangan had wasath nya sesuai syikil awal kah? Syikil tsani kah? Syikil tsalist kah? Atau syikil robi' kah?

8. Apakh boleh di aksul mustawikan disini sesuai keif dan kam nya?

9. Apakah shoh tanaqudh dbhasan ini sesuai keif dan kam nya?

10. Saya juga minta ta'rif bid'ah sesuai had tam

11. Sesuai had naqish

12. Sesuai rasm tam

13. Sesuai rasm naqish

14. Sesuai alfazh

15. Apakah natijahnya kulliyah mujabah?

16. Ataukah juz-iyah mujabah?

17. Tunjukkan dimana musnadnya?

18. Dimana musnad ilaihnya?

19. Adakah dsini hazfu muhdhaf ? Dmana?

20. Tunjukkan dimana qosharnya?

21. Dimana ijaz nya?

22. Dmana ithnab nya?

23. Adakh dsini janas?

24. Kullu kepada muhdatsah itu idhofat apa?

25. Kullu kpd bid'ah itu idhofat apa?

26. Muhdatsah itu mashdar apa?

27. Bid'ah itu mashdar apa?

28. Dholalah itu mashdar apa?

29. Hurup jar pada finnar bima'na apa?

30. Fi itu muta'alliq nya kemana?

Ingat !!!!! Yang berkata ini adalah rasulullah yang diberikan mu'jizat jawaami'ul kalam.
Disini terdapat pembahasan ilmu nahwu, sharaf, mantiq dan balagah yang tinggi, bukan sembarangan terjemah....!!!

Jika memaknakan kalimat itu dengan : SETIAP BID'AH YAITU SESAT

Ini namanya terjemah, dan terjemah yang dangkal seperti ini tidak bisa diambil hukum untuk mengatakan maulid, tahlilan, peringatan isro mi'roj itu adalah bid'ah dholalah.

Saya akan bahas sedikit disni tentang perbedaan rasulullah dengan para ulama wahabi :

1. Rasulullah SAW mengatakan
كل بدعة ضلالة ini tidak dengan hawa nafsu, dengan dalil
وما ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى

Sedangkan wahabi disini mengatakan
كل بدعة ضلالة
Dengan hawa nafsu mereka, dengan dalil bahwa ilmu nahwu, sharaf, mantiq dan balagah para wahabi disini tidak ada sama skali, bahkan cuma taklid BUTA...!!!

Jadi para pembaca dapat menilai mana yang benar dan mana yang jelas salah...!!!

Soal 30 pembahasan diatas jawaban saya sangat singkat aja kok, ini jawaban saya :

Jawaban pembahasan pertama :

Tidak semua bid'ah itu sesat, tapi cuma sebagian besar aja, bukan semuanya.

Jawaban pembahasan kedua :

Semua bid'ah itu memang sesat KECUALI BID'AH HASANAH.

Jawaban yang ke tiga :

Setiap dari sebagian bid'ah itu sesat.

Jikalau wahabi memang tidak setuju dengan 3 jawaban saya ini.
Maka silahkan bahaslah dengan ilmu tentang 30 pembahasan diatas,dan jangan muter-muter dengan kata-kata kotor, karena itu mencerminkan hati anda kotor juga, apalagi mau mengalihkan kepembahasan lain, itu sama dengan menunjukkan kebodohan anda.
Saya memerlukan teman diskusi yang agak alim dan berbobot dikit dari wahabi, bukan anak kecil yang baru belajar udah mau nyalahin orang, hehehe....

PEMAHAMAN SYIA'AH DALAM PANDANGAN ASWAJA

|0 komentar

PEMAHAMAN SYIA'AH DALAM PANDANGAN ASWAJA
By 'aLa Kulli Haal

Demi Allah Syi'ah itu benar-benar sesat, tidak ada lagi tawar menawar.
Dalam kitab "ASH SHAWA'IQUL MUHRIQAT" imam IBNU HAJAR ALHAITAMI mengutipkan beberapa hadist yang menyatakan kesesetan SYI'AH.

وأخرج الذهبي عن ابن عباس رضي الله عنهما مرفوعا: يكون في آخر الزمان قوم يسمون الرافضة يرفضون الإسلام فاقتلوهم فإنهم مشركون
Dari Ibnu abbas marfu'an : Nanti pada akhir zaman ada satu kaum menamakan diri mereka ROFIDHAH, mereka menolak dan menentang islam yang sebenarnya, bila kamu mendapati mereka, maka bunuhlah mereka ( tidak ada qishos pembunuhan mereka ) karena mereka itu kaum musyrik.

وأخرج عن إبراهيم بن حسن بن حسين بن علي عن أبيه حسن عن أبيه حسين قال : قال علي بن أبي طالب كرم الله وجهه : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يظهر في أمتي في آخر الزمان قوم يسمون الرافضة يرفضون الإسلام
Dari Ali bin abi tholib, Rasulullah SAW bersabda : Akan nampak dikalangan umatku nanti di akhir zaman satu kaum yang menamakan diri mereka RAFIDHOH, mereka menentang, menolak islam yang benar.

وأخرج الدار قطني عن علي عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : سيأتي من بعدي قوم لهم نبز يقال لهم الرافضة فإن أدركتهم فاقتلوهم فإنهم مشركون
Dari Ali, dari nabi Muhammad beliau beliau bersabda : Setelah aku mati, nanti akan datang satu kaum yang punya gelar, dikatakan orang gelarnya itu ROFIDHOH, jika kamu-kamu menemui mereka, maka perangilah mereka, karena mereka itu termasuk kaum musyrik ( bimanzilatil musyrikin ).

قال قلت يارسول الله ما العلامة فيهم
Lalu aku tanya, alamat apa yang ada pada mereka ya Rasulallah?

قال يقرظونك بما ليس فيك ويطعنون على السلف
Rasulullah SAW menjawab, mereka itu memuji-muji, menyanjung-nyanjung engkau wahai Ali, dengan pujian sanjungan yang sebenarnya engkau tidak ada memperbuat sebabnya.

وآية ذلك أنهم يسبون أبا بكر وعمر رضي الله عنهما
Dan tandanya lagi, mereka mencaci ( kalau dalam bahasa banjarnya manyambati ) menghina Abu bakar dan umar.

وروى الطبراني عن ابن عباس من سب أصحابي فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين
Dari Ibnu abbas : Barangsiapa mencaci para sahabatku, maka pasti dia mendapat laknat Allah, malaikatnya dan smua manusia.

وعن علي رضي الله عنه من سب الأنبياء قتل ومن سب أصحابي جلد
Dari Ali R.A : Siapa yang mencaci para nabi maka dia dibunuh, dan siapa yang mencaci sahabatku maka dia dicambuk.

وأخرج الديلمي عن أنس إذا أراد الله برجل من أمتي خيرا ألقى حب أصحابي في قلبه
Dari Anas R.A : Bila Allah sudah menghendaki keselamatan dan kebaikan kepada seseorang laki-laki dari umatku ( laki-laki disni la mafhuma lah, perempuan juga termasuk, dibawa ibarat dengan laki-laki taglibuz zukur alal inast ) maka Allah tanamkan di hatinya cinta kepada para sahabat semuanya.

وروى الطبراني وغيره عن علي رضي الله عنه الله الله في أصحاب نبيكم صلى الله عليه وسلم فإنه أوصى بهم خيرا
Dari Ali R.A : Rahmat, cinta, taufik, hidayah dan semua kebaikan Allah itu ada pada smua sahabat nabi kamu, karena Allah sudah mewasiatkan kepada mereka akan meliputi semua kebaikan ( nakirah )

Karena itu hati-hati dengan SYI'AH, jangan sampai mereka masuk kerumah kita, ke kampung kita, kekota kita, usir mereka.

SYI'AH adalah musuh yang nyata.
WAHABI adalah musuh yang samar.

Maka hati-hati lah wahai kawan.