EPISODE XI
Ini adalah teks fatwa Syekh Abdullah bin baz.
Yang tercetak dalam kitab FATAWA nya pada halaman 42-43.
Coba anda perhatikan secara seksama dan teliti:
هذا سؤال عن حديث ((إن الله خلق آدم على صورته...))
يقول السائل: ورد حديث عن النبي صلى الله عليه وسلم ينهى فيه عن تقبيح الوجه، وأن الله خلق آدم على صورته، فما الاعتقاد السليم نحو هذا الحديث؟
الحديث ثابت عن رسول الله عليه الصلاة والسلام أنه قال " إذا ضرب أحدكم فليتق الوجه؛ فإن الله خلق آدم على صورته " ، وفي لفظ آخر " على صورة الرحمن " .
وهذا لا يلزم منه التشبيه والتمثيل، بل المعنى عند أهل العلم: أن الله خلق آدم سميعاً بصيراً متكلماً إذا شاء، وهذا هو وصف الله عز وجل ، فإنه سميع، بصير ، متكلم، ذو وجه جل وعلا ، وليس المعنى التشبيه والتمثيل ، بل الصورة التي لله غير الصورة التي للمخلوق ، وإنما المعنى : أنه سميع بصير ، ذو وجه ومتكلم إذ اشاء، وهكذا خلق الله آدم سميعاً بصيراً ، ذا وجه، وذا يدٍ ، وذا قدم ، ويتكلم إذا شاء
لكن ليس السميع كالسميع ، وليس البصير كالبصير ، وليس المتكلم كالمتكلم ، وليس الوجه كالوجه ، بل لله صفاته سبحانه وتعالى لا يشابهه فيها شيء ، بل تليق به سبحانه ، وللعبد صفاته التي تليق به ، صفات يعتريها الفناء والنقص والضعف، أما صفات الله سبحانه وتعالى فهي كاملة لا يعتريها نقص ولا ضعف ولا فناء ولازوال
ولهذا قال عز وجل " لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ * وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ " فلا يجوز ضرب الوجه ولا تقبيح الوجه
فتاوى نور على الدرب الجزء الأول- نقلا عن موقع الشيخ
Terjemah
Pertanyaan mengenai hadits:
إن الله خلق آدم على صورته...
Pena nya bertanya:”Telah datang sebuah hadits dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam yang melarang menjelek-jelekkan wajah seseorang, karena sesungguhnya Allah itu telah menciptakan Adam sesuai atas rupa[nya]….
Bagaimana akidah yang selamat menyikapi hadits ini?”
Jawaban: Hadits kuat dari Rasulillah shalallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:
“Jika salah satu dari kalian diharuskan memukul, maka takutlah akan wajah, (hindari bagian wajah-pent), karena sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam sesuai atas rupa[nya]. Dalam redaksi lain disebutkan ((sesuai atas rupanya dzat Rahman))
Disini kita harus tidak ada TASYBIH dan TAMTSIL, akan tetapi makna nya menurut ahli ilmu adalah:
“Sesungguhnya Allah itu menciptakan Adam dengan bisa mendengar, melihat dan berbicara jika ia mau. Inilah dia sebagaimana Allah menyifatiNya, karena Ia Maha Mendengar, Maha Melihat, berbicara dan mempunyai WAJAH yang Agung dan Luhur dan bukan bermakna TASYBIH & TAMTSIL, akan tetapi RUPA Allah yang Ia miliki tidak sama seperti yang di miliki makhlukNya.
Jadi sesungguhnya maknanya hanyalah Ia (Allah) Mendengar, Melihat, mempunyai WAJAH dan berbicara jika berkehendak. Dan demikianlah Allah menciptakan Adam (yang juga bisa) mendengar, melihat, mempunyai WAJAH, tangan, telapak kaki dan berbicara jika ia mau.
Akan tetapi sifat mendengarnya Allah tidaklah sama seperti mendengarnya makhlukNya,
sifat melihatnya Allah tidaklah sama dengan melihatnya makhlukNya, sifat berbicaranya Allah tidaklah sama seperti berbicaranya makhlukNya dan WAJAHnya Allah tidaklah sama seperti WAJAH nya makhlukNya, akan tetapi sifat sifat yang dimiliki Allah tidaklah serupa dengan apapun tapi Allah Maha Suci.
Sedangkan sifat sifat yang di miliki seorang hamba adalah sifat yang akan sirna, berkurang dan lemah. Adapun sifat sifat yang dimiliki Allah swt adalah sempurna yang tak akan kurang, lemah, sirna dan hilang.
Oleh karena itu Allah swt berfirman:
Dia (Allah) yang tidak menyerupai suatu apapun dari makhluk-Nya
(Q.S. asy-Syura: 11).
“Dia (Allah) tidak ada satupun yang menyekutui-Nya”. (Q.S. al Ikhlash : 4)
Maka tidak diperbolehkan memukul WAJAH dan menjelek-jelekkan WAJAH.
------------------------------
Maksud dari kesimpulan saya adalah, Syekh Binbaz mengembalikan dhomir pada lafad:
على صورته ini kepada ALLAH (bukan Adam), sehingga artinya begini:
Allah menciptakan nabi Adam sesuai atas rupa-Nya (rupa Allah).
ALASAN BELIAU salah satu nya adalah karena ada hadits lain yang berbunyi:
لا تقبحوا الوجه فإن ابن آدم خلق على صورة الرحمن عز وجل
Hadits ini dipertegas dengan kalimat:
على صورة الرحمن
Bagi sebagian kelompok, kesalahan pengembalikan dhomir oleh syekh binbaz ini tidak memberikan implikasi akidah yang FATAL di karenakan keyakinan mereka Allah memang mempunyai WAJAH (rupa) yang tidak sama seperti makhluk-Nya.
--------------- L A N J U T ------------------
Berikut adalah terjemah dari
SCAN kitab FATAWA AL ALBANI hlm.24.
MEMAHAMI SABDA NABI خلق الله ادم على صورته
PERTANYAAN:”Dalam hadits (( “Jika salah satu dari kalian diharuskan memukul, maka takutlah akan wajah, (hindari bagian wajah-pent), karena sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam sesuai atas rupa[nya] )) KEPADA SIAPA DHOMIR INI KEMBALI dalam lafadz ((على صورته )) ????
“NYA”disini maksudnya rupanya Adam atau rupanya Allah)
SYEKH MENJAWAB:”nya” disini yang benar kembali kepada ADAM jadi artinya:
"Allah menciptakan Adam sesuai atas wajahnya". Karena ini lebih mendekati dalam konteks cerita, karena hal ini telah terJelaskan oleh riwayat hadits lain di shohih Bukhari dari Abi Hurairah dengan redaksi:
خلق الله ادم على صورته طوله ســــــــتون ذراعـــــــــا
Allah telah menciptakan Adam sesuai atas wajah[nya] dan tinggi[nya] mencapai 60 diraa’ (-+30 m)
Adapun hadits yang berbunyi:
على صورة الرحمن............. ini hadits nya MUNKAR seperti yang telah aku nyatakan dalam kitab lain (silsilah dhoifah) nomor 1176.
Semoga bermanfaat
Salam Aswaja !!
©Scan Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s
Kaheel Baba Naheel

0 komentar:
Posting Komentar